Ketajaman Napoli yang Mulai Tumpul
Ketajaman Napoli yang Mulai Tumpul. Napoli harus puas berbagi poin setelah ditahan imbang Parma 0-0 di Stadio Diego Armando Maradona. Hasil ini terasa mengecewakan karena tuan rumah menguasai jalannya pertandingan dalam waktu yang cukup lama.
Kebuntuan tersebut memicu evaluasi dari tim pelatih, terutama soal efektivitas di sepertiga akhir. Meski dominan, Napoli gagal mengubah tekanan menjadi gol yang menentukan.
Asisten pelatih Napoli, Cristian Stellini, kemudian membeberkan sejumlah faktor yang menurutnya menjadi penentu hasil imbang ini, mulai dari nasib yang kurang berpihak hingga kondisi fisik para pemain.
Napoli Kehilangan Ketajaman di Momen Krusial
Berbicara kepada DAZN usai laga, Cristian Stellini mengakui timnya kurang tajam meski mengontrol permainan dalam banyak fase. Ia menilai laga ini ditentukan oleh detail kecil, terutama di dalam kotak penalti.
“Kami sedikit kehilangan keberuntungan karena ada begitu banyak situasi di kotak penalti, tetapi tidak satu pun yang memberikan pantulan atau momen yang tepat,” ujar Stellini.
Menurutnya, kegagalan memaksimalkan situasi tersebut membuat Napoli tak mampu memecah kebuntuan, meski tekanan terus diberikan kepada pertahanan Parma.
Stellini juga menyoroti penampilan babak pertama yang dinilainya kurang optimal. Napoli disebut terlalu lambat dan tidak presisi dalam penguasaan bola, sehingga sulit menciptakan peluang bersih melawan pertahanan Parma yang terorganisasi dengan baik.
Kelelahan Pemain dan Masalah Skuad Jadi Sorotan
Selain aspek teknis, kelelahan menjadi tema lain dalam analisis Stellini. Ia menegaskan Napoli harus membayar harga dari penggunaan pemain yang sama secara terus-menerus dalam jadwal padat.
“Kami sudah lama bermain dengan pemain yang sama dan setiap dua atau tiga hari sekali, terkadang Anda kehilangan ketajaman yang datang dari pemulihan energi fisik dan mental,” jelasnya.
Saat ditanya soal aspek mental, terutama terkait hasil Inter di pertandingan lain, Stellini menekankan pentingnya menjaga kebersamaan tim.

“Kami harus tetap berpikir jernih dan bekerja pada mentalitas para pemain dan seluruh tim,” katanya, seraya mencatat bahwa sejumlah pemain yang absen masih menyulitkan pengelolaan skuad.
Menjelang akhir babak pertama, Neres kembali membuang kesempatan ketika memilih menembak dari sudut sempit alih-alih memberi bola kepada Hojlund yang berdiri bebas. Di sisi lain, Giovanni Di Lorenzo sempat mendapat peluang tetapi kehilangan keseimbangan sebelum melepaskan tembakan.
Di awal babak kedua, Kevin Medina mendapat benturan keras saat mencoba memblok sepakan McTominay. Tak lama berselang, Napoli memperoleh penalti setelah Marko Jankovic dianggap melanggar Di Lorenzo. Namun Hojlund gagal memaksimalkannya karena sepakannya ditepis Kochalski.
Baca juga: Pilar Persija yang Punya Jam Terbang Tinggi
Matteo Politano Beri Dampak Umpan Silang
Masuk sebagai pemain pengganti, Matteo Politano langsung memberi dampak lewat umpan silang yang memaksa Kochalski melakukan penyelamatan terhadap tandukan Mathias Olivera. Dari sepak pojok berikutnya, kebingungan di lini belakang Qarabag membuat bola hasil sapuan Mustafazade mengarah ke McTominay yang menanduknya dari jarak dekat untuk membuka keunggulan Napoli.
Kochalski terus tampil gemilang dengan menggagalkan peluang Noa Lang dan McTominay dalam situasi beruntun. Neres hampir menggandakan skor lewat serangan balik, tetapi lob-nya membentur mistar.
Keberuntungan kemudian memihak Napoli. Upaya akrobatik McTominay menyambut umpan Olivera berubah arah setelah membentur Jankovic. Menghasilkan gol bunuh diri yang memastikan kemenangan 2-0 bagi tuan rumah. Menjelang akhir laga, Sergej Milinkovic-Savic melakukan penyelamatan penting atas tembakan Addai untuk menjaga clean sheet Napoli. Rasakan jadi pemenang bermain bersama paus empire link utama untuk bermain hari ini!