Inter vs Parma: Skuad Chivu Taklukkan Parma 2 – 0
Inter vs Parma: Skuad Chivu Taklukkan Parma 2 – 0. Laga Parma vs Inter pada pekan ke-19 Serie A 2025/2026 berlangsung di Stadion Ennio Tardini, Kamis, 8 Januari 2026, pukul 02.45 WIB. Dalam laga Liga Italia ini, Cristian Chivu kembali ke markas klub yang ia tangani musim lalu.
Inter datang dengan rotasi skuad demi menjaga kebugaran jelang duel penentuan Scudetto. Namun, pendekatan itu tetap efektif untuk mengamankan tiga poin penting dari kandang Parma.
Duel Parma vs Inter berakhir dengan kemenangan 2-0 bagi tim tamu. Federico Dimarco mencetak gol pembuka pada menit ke-42, lalu Marcus Thuram memastikan hasil akhir lewat gol di menit 90+8.
Berlansungnya Pertandingan
Inter bermain dominan sedari menit awal dengan mengandalkan Lautaro Martinez dan Francesco Esposito di lini serang. Mereka menciptakan 18 attempts dengan empat mengarah ke gawang.
Kalau bukan karena kesigapan Edoardo Corvi di bawah mistar Parma, Inter sudah unggul banyak di babak pertama. Ada tiga penyelamatan dibuat Corvi.
Kebuntuan pecah pada menit ke-42 saat Dimarco mencatatkan namanya di papan skor. Esposito mengirimkan umpan kepada Dimarco yang langsung menembak bola ke sudut sempit tanpa bisa dihalau Corvi.
Gol sempat dianulir karena ada potensi offside dari Dimarco, tapi VAR mensahkannya. Skor 1-0 bertahan sampai turun minum.
Masuk di babak kedua, Inter masih mendominasi permainan dengan menciptakan beberapa peluang. Salah satunya pada menit ke-67 saat Petar Susic dalam posisi satu lawan dengan satu dengan Corvi, tapi bola sepakannya melebar

Inter masih kesulitan untuk menambah gol di babak kedua. Thuram dimasukkan menggantikan Esposito di sisa 11 menit pertandingan babak kedua.
Sementara, Lautaro ditarik keluar di menit ke-85 dan digantikan Yann Bisseck untuk memperkuat pertahanan. Ange-Yoann Bony sempat menjebol gawang mantan timnya pada menit ke-94 tapi dianulir wasit bola menyentuh tangan Thuram dalam prosesnya.
Inter akhirnya bisa menambah gol di menit ke-98 lewat Thuram. Thuram mendapat umpan lambung Nicolo Barella dan tinggal berhadapan dengan Corvi, sebelum mencungkil bola ke gawang.
Skor 2-0 menutup laga tersebut.
Efektivitas Inter di Tengah Rotasi
Inter melakukan sejumlah perubahan susunan pemain setelah menang 3-1 atas Bologna. Denzel Dumfries, Davide Frattesi, dan Matteo Darmian tidak ikut dalam lawatan ini, tetapi struktur permainan tetap terjaga.
Parma tampil berani meski kehilangan beberapa pilar seperti Adrian Benedyczak dan Zion Suzuki. Edoardo Corvi bahkan mampu menggagalkan tembakan Yann Bisseck pada menit ke-14 dengan penyelamatan ujung jari ke mistar.
Peluang terus berdatangan untuk kedua tim pada babak pertama. Lautaro Martinez dan Francesco Pio Esposito nyaris membuka skor lewat sundulan, tapi bola masih melayang tipis di atas gawang.
Parma hampir unggul ketika Jakob Ondrejka melepaskan voli akrobatik dari umpan Emanuele Valeri. Akan tetapi, bola hanya membentur tiang jauh dan membuat stadion terdiam sejenak.
Gol Penentu dan Keputusan VAR
Inter akhirnya memecah kebuntuan lewat aksi Federico Dimarco dari sudut sempit. Gol itu sempat dianulir karena dugaan offside, tapi VAR memastikan posisi sah dari assist Pio Esposito.
Tekanan Inter berlanjut selepas jeda dengan tempo yang terkontrol. Henrikh Mkhitaryan dan Petar Sucic mendapat peluang, tetapi penyelesaian akhir belum mengubah skor.
Parma juga mencoba membalas melalui situasi bola mati. Enrico Delprato menyundul bola hasil tendangan bebas Lautaro Valenti, tapi arah bola masih melebar dari sasaran.
Drama terjadi di masa tambahan ketika Inter sempat menggandakan keunggulan melalui Ange-Yoan Bonny. Namun, gol itu dianulir setelah tinjauan VAR karena handball Marcus Thuram dalam proses serangan.
Tidak lama setelah keputusan tersebut, Inter kembali menemukan gol. Marcus Thuram memanfaatkan bola panjang, melewati marker-nya, lalu menaklukkan Corvi untuk menutup laga.
Laga Parma vs Inter menjadi panggung simbolis bagi Cristian Chivu. Kemenangan ini membawa Inter unggul empat poin di puncak klasemen dan mempertegas langkah mereka dalam perburuan gelar Serie A.
Ange-Yoan Bonny sempat mencetak gol melawan mantan klubnya di masa injury time. Tetapi, gol tersebut dibatalkan karena handball yang dilakukan oleh Marcus Thuram. Pada menit ke-90+8, Thuram berhasil mencetak gol kedua yang memastikan kemenangan 2-0 Inter Milan di Stadion Ennio Tardini.
Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, mengakui bahwa laga di Liga Italia selalu penuh tantangan. Kondisi cuaca saat melawan Parma juga menambah kesulitan bagi anak asuhnya. “Bermain di Serie A memang tidak pernah mudah, kamu selalu harus membuktikan diri di setiap pertandingan,” kata Chivu seperti yang dikutip dari Sky Sport Italia.
Inter Milan Tetap di Puncak Liga Italia
Dengan kemenangan 2-0 di markas Parma, Inter Milan kembali memimpin puncak klasemen sementara Liga Italia.
Inter Milan kini berjarak empat poin dari AC Milan yang kini menempati peringkat dua. Milan bisa memperpendek jarak lagi andai menang atas Genoa pada Kamis (8/1/2026) atau Jumat dini hari WIB. Mainkan permainan rajabotak link gaming online resmi dan terpercaya saat ini!
Baca juga: Prediksi Skor Crystal Palace vs Aston Villa 8 Jan
Susunan pemain
Parma: Edoardo Corvi; Sascha Britschgi, Enrico Del Prato, Alessandro Circati, Emanuele Valeri; Mandela Keita (Benjamin Cremaschi 86′), Adrian Bernabe (Nahuel Estevez 75′), Oliver Sorensen; Gaetano Oristanio (Pontus Almqvist 62′), Mateo Pellegrino (Patrick Cutrone 75′), Jacob Ondrejka (Christian Nahuel Ordonez 62′).
Inter Milan: Yann Sommer; Yamm Aurel Bisseck, Manuel Akanji, Carlos Augusto; Luis Henrique (Francesco Acerbi 85′), Petar Sucic (Nicolo Barella 69′), Hakan Calhanoglu (Piotr Zieliński 69′), Henrikh Mkhitaryan, Federico Dimarco; Francesco Esposito (Marcus Thuram 79′), Lautaro Martinez (Ange Bonny 84′).