Ini Dia Prediksi Juventus vs Udinese 30 Okt
Ini Dia Prediksi Juventus vs Udinese 30 Okt. Pertandingan Juventus vs Udinese pada pekan ke-9 Serie A 2025/2026 akan digelar di Allianz Stadium. Pertandingan Liga Italia ini dijadwalkan kick-off Kamis, 30 Oktober 2025, jam 00.30 WIB, live streaming di Vidio.
Juventus tengah berada di ujung tanduk. Delapan laga tanpa kemenangan telah membawa mereka ke dalam krisis yang sebenarnya. Kekalahan demi kekalahan membuat klub raksasa Turin itu kini tampak kehilangan arah, dan laga kontra Udinese di kandang sendiri bisa menjadi penentu arah musim mereka.
Pertemuan ini menjadi ajang bagi Juventus untuk memulai lembaran baru setelah memecat pelatih Igor Tudor. Hasil negatif di Serie A dan Liga Champions membuat kesabaran manajemen habis. Akan tetapi, lawan yang mereka hadapi bukan tim mudah. Udinese, yang juga berjuluk Bianconeri, justru datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menunjukkan performa impresif.
Kekalahan 0-1 dari Lazio pada akhir pekan lalu menambah panjang catatan buruk Juventus. Mereka belum pernah menang sejak pertengahan September, ketika secara ajaib mengalahkan Inter Milan 4-3 dalam Derby d’Italia. Setelah itu, Juve tampak kehilangan sentuhan akhir, bahkan gagal mencetak gol dalam hampir 400 menit terakhir di semua ajang.
Krisis di lini depan menjadi cerminan masalah besar tim ini. Dusan Vlahovic, Jonathan David, dan Lois Openda belum bisa menjadi solusi. Juventus bukan hanya kehilangan tajinya di Serie A, tetapi juga tampil di bawah ekspektasi di Liga Champions dengan hanya mengoleksi dua poin dari tiga laga.
Pecat Igor Tudor
Usai menderita kekalahan 1-0 di markas Lazio pada akhir pekan lalu, dewan direksi Juventus akhirnya mengambil keputusan untuk memecat Igor Tudor dari posisinya sebagai manajer tim. Keputusan tersebut diambil setelah Juve gagal meraih kemenangan di delapan penampilan terakhir mereka. Bahkan, Juve menderita kekalahan beruntun di tiga laga terakhir kontra Como, Real Madrid dan Lazio.
Menanggapi kabar tersebut, Giovanni Cobolli Gigli memberikan pembelaan kepada Tudor. Cobolli menyebut Tudor hanya dijadikan sebagai kambing hitam atas keterpurukan Bianconeri di musim ini.

“Tudor membuktikan bahwa dia mampu melakukan hal-hal baik,” ujar Cobolli kepada TuttoMercatoWeb.
“Dia secara ajaib membawa Juventus ke posisi keempat tahun lalu dan dia juga menampilkan performa yang nyaris gemilang, seperti pertandingan melawan Inter. Ada sesuatu yang tidak berjalan dengan baik dalam mekanisme klub, lebih dari Tudor.”
“Kebijakan transfer mereka di musim panas tampak menjanjikan, tetapi ternyata tidak berfungsi. Tanggung jawab ada di tangan klub, dan yang pertama menanggung selalu pelatih.”
“Tudor memiliki karakter yang kuat dan kemungkinan besar berselisih dengan Comolli. Namun, saya tidak bisa melupakan bahwa ia membantu Juventus di saat yang rumit dan menghadirkan sepak bola yang menarik. Saya sebenarnya ingin mempertahankannya, tetapi klub menginginkan kejutan.”
Terakhir, Cobolli dimintai pendapatnya terkait siapa yang lebih cocok antara Roberto Mancini atau Luciano Spalletti untuk menggantikan posisi Tudor.
“Di antara semua pilihan, nama yang paling relevan adalah Mancini – meskipun saya memiliki beberapa keraguan tentangnya. Saya akan mengecualikan Spalletti.”
Massimo Brambilla
Kini, harapan singkat ada di tangan Massimo Brambilla, pelatih interim yang ditugaskan memimpin tim sampai akhir jeda internasional. Sejarah berpihak pada Juventus—mereka telah memenangkan 13 dari 16 pertemuan terakhir melawan Udinese, termasuk kemenangan 2-0 di Turin pada Mei lalu. Namun, sejarah tidak selalu menjamin masa depan.
Di sisi lain, Udinese sedang menikmati periode terbaik mereka musim ini. Tiga kemenangan beruntun membawa tim asuhan Kosta Runjaic naik ke papan tengah Serie A dengan 12 poin. Mereka kini sejajar dengan Juventus dalam jumlah poin, hanya kalah selisih gol. Motivasi untuk menyalip tuan rumah jelas menjadi bahan bakar tambahan bagi tim tamu.
Udinese kini tampil solid dan efisien. Arthur Atta, bintang muda yang tengah naik daun, menjadi kreator di lini tengah, sementara Keinan Davis menjadi ujung tombak berbahaya dengan tiga gol sejauh ini. Kemenangan 3-2 atas Lecce pekan lalu memperlihatkan karakter kuat tim yang tidak mudah panik, bahkan ketika tekanan datang di menit akhir.
Dengan catatan tandang yang impresif—hanya AS Roma yang memiliki rekor lebih baik di luar kandang—Udinese datang ke Turin dengan keyakinan tinggi. Mereka tahu Juventus sedang rapuh, dan itu peluang untuk menambah luka tim raksasa yang sedang goyah.
Baca juga: Raih Kemenangan Arsenal Hadapi Crystal Palace
Prediksi Starting XI Juventus vs Udinese
Juventus masih tanpa Bremer dan Juan Cabal yang cedera. Selebihnya, Brambilla bisa menurunkan skuad terbaiknya. Teka-teki utama berada di lini depan: siapa yang akan dipercaya di antara Vlahovic, David, dan Openda. Sementara itu, Michele Di Gregorio, Kenan Yildiz, dan Khephren Thuram berpeluang kembali ke susunan utama setelah hanya duduk di bangku cadangan saat melawan Lazio.
Dari kubu tamu, Udinese hanya kehilangan bek tengah Thomas Kristensen karena masalah paha. Keinan Davis akan kembali memimpin lini serang didampingi Nicolo Zaniolo. Pelatih Runjaic juga memastikan Maduka Okoye tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar meski sempat melakukan beberapa kesalahan melawan Lecce. Coba mainkan serunya indocair link alternatif terbaik saat ini!
Juventus (3-4-2-1): Di Gregorio; Kalulu, Gatti, Kelly; Conceicao, Locatelli, Thuram, Cambiaso; Koopmeiners, Yildiz; Vlahovic
Pelatih: Massimo Brambilla
Udinese (3-5-2): Okoye; Bertola, Kabasele, Solet; Zanoli, Piotrowski, Karlstrom, Atta, Kamara; Zaniolo, Davis
Pelatih: Kosta Runjaic